Lembaga survei asal Australia Roy Morgan Research hari ini kembali mempublikasikan hasil jajak pendapat mengenai elektabilitas calon presiden dan wakil presiden Indonesia.
Tim sukses Jokowi-JK menyinggung harta kekayaan Prabowo Subianto yang mencapai Rp 1,67 triliun dan US$ 7,5 juta. Tim Jokowi menyentil soal kewajiban setor pajak ke negara.
Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah melaporkan kekayaannya ke KPK. Semua mengalami peningkatan dari segi jumlah. Bahkan ada yang sangat signifikan.
Politikus Hanura Yuddy Chrisnandi menyesalkan ucapan Fahri Hamzah yang menyebut Joko Widodo 'sinting'. Apalagi ucapan ini disampaikan anggota DPR yang juga Wakil Sekjen PKS.
Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) Hayono Isman mendeklarasikan dukungannya kepada calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo. Deklarasi ini dilakukan di Posko Kemenangan Jokowi-JK di Jenggala Kebayoran Baru Jakarta Selatan (1/7) pukul 17.40 WIB.
Partai Demokrat secara resmi menyatakan dukungannya untuk calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Gerbong pengusung Prabowo-Hatta itu pun kian gemuk dan kuat.
Calon wakil presiden Jusuf Kalla mengumumkan harta kekayaanya di Komisi Pemilihan Umum, bersama para peserta Pilpres lainnya. Harta tersebut dihitung tanggal 19 Mei 2014 dan diverifikasi pada 29 Juni pekan lalu.
Sebagai anggota dewan yang terhormat, Fahri Hamzah mestinya menjaga etika dan ucapannya. Kritik tajam dengan menyebut Jokowi 'sinting' dinilai jauh dari sikap negarawan wakil rakyat, Wasekjen PKS itu dinilai sedang merendahkan dirinya sendiri.
Calon wakil presiden Jusuf Kalla memberi komentar singkat terkait kicauan Fahri Hamzah di Twitter yang menyebut calon presiden Joko Widodo (Jokowi) sinting.