Rektor USU membubarkan pengurus Pers Mahasiswa (Persma) Suara USU karena memuat cerpen tentang lesbian. Tindakan Rektor USU dinilai sebagai tindakan represif.
Rektor USU Runtung Sitepu membekukan pengurus Persma Suara USU. Pangkalnya sebuah cerpen yang bercerita tentang lesbian membuat panas telinga si rektor.