Presiden Jokowi menegaskan segala bentuk kekerasan militer yang terjadi di Myanmar harus dihentikan dan kepentingan masyarakat Myanmar menjadi prioritas.
Pemimpin Junta Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing yang menjadi otak kudeta di negerinya tiba di RI. Namun, kedatangannya itu menuai protes massa.