Sinyal peringatan menyangkut kondisi ekonomi global semakin kuat lantaran inflasi yang tinggi. Bahkan, peluang terjadinya resesi global telah mencapai 98,1%.
Mata uang Pound Sterling jatuh ke level terendahnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini menuai kecaman, khususnya kepada pemerintahan baru.