Yang jelas, keputusan Jokowi akan dimaknai oleh banyak kalangan apakah ia adalah presiden yang pro pemberantasan korupsi atau tidak. Ini sangat berat, karena masalah yang dihadapi juga menyangkut soal politik juga. Jadi Jokowi harus benar-benar mengambil keputusan dengan risiko paling minimal.
Komisaris Besar Agung Setya Imam Effendi disebut-sebut sebagai salah satu yang meneror seorang penyidik di KPK. Namun, Agung jelas membantah tudingan itu.
Presiden Joko Widodo punya jurus 'secepatnya' saat beberapa kali ditanya kapan mengumumkan nasib pelantikan Komjen Budi Gunawan. Alih-alih memastikan pengumuman, Jokowi sebetulnya sedang menunggu putusan prapradilan hari ini.
Jalan Komjen BG menuju kursi Kapolri tak semulus jalan calon kapolri sebelum-sebelumnya. Jalan Komjen Budi berliku setelah KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi.
Polisi menerjunkan 1.000 personel gabungan untuk mengamankan sidang putusan praperadilan Komjen BG. Selain itu, tiga water cannon dan satu baracuda juga disiapkan.
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan membacakan putusan praperadilan yang diajukan Komjen Budi Gunawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penetapan statusnya sebagai tersangka.
Hakim Sarpin Rizaldi hari ini akan membacakan putusan sidang praperadilan yang diajukan oleh Komisaris Jenderal Polisi Komjen BG. Hakim Sarpin diminta untuk menolak praperadilan Kalemdikpol Polri tersebut.