Banyak warga non pengungsi yang tinggal di sekitar Gunung Merapi menderita kerugian akibat sawah dan ladang mereka terkena abu vulkanik. Namun, pemerintah seolah tidak memperhatikan nasib mereka.
Kondisi warga Merapi yang tidak mengungsi kondisinya tidak lebih baik dari mereka yang tinggal di pengungsian. Perekonomian mereka lumpuh akibat letusan Merapi. Karena itu, mereka juga wajib mendapat prioritas bantuan dari pemerintah.
Persoalan warga sekitar Gunung Merapi paska erupsi semakin memprihatinkan. Ribuan warga Dusun Kadileben, Desa Jati, Kecamatan Sawangan, Magelang, terpaksa harus makan singkong dan garam.
Kerugian sektor pertanian akibat meletusnya Gunung Merapi mencapai Rp 247 miliar. Kerugian terbesar terdapat di sektor perkebunan salak yang mencapai Rp 200 miliar.
Setelah terjerat kasus mafia pajak, Gayus Tambunan kini disangka telah menyuap karutan Brimob Kompol Iwan Siwanto agar bisa 'pelesir' ke luar rutan. Tak pelak, hal ini membuat Gayus terlihat seperti manusia super.
Ancaman penggusuran rumah semakin membuat Sukartinah Maruzar (69) makin tak berdaya. Apalagi kini dia lumpuh akibat terjatuh 2 tahun silam. Namun, nenek yang mengaku cicit Pangeran Diponegoro tetap akan mempertahankan rumahnya.
Mau percaya atau tidak, toh Sukartinah Maruzar (69) memang tidak menyimpan bukti satu pun. Nenek lumpuh yang terancam penggusuran ini mengaku keturunan dari tokoh Perang Jawa 1825-1830 sekaligus pahlawan nasional, Pangeran Diponegoro.
Tidak sulit untuk menemukan rumah milik Sukartinah Maruzar (69), nenek lumpuh yang terancam penggusuran. Rumah berarsitektur kolonial Belanda ini hanya selang dua rumah di belakang Taman Menteng. Namun kondisi rumahnya kusam.