Pemerintah masih terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah. Hal ini juga terjadi di mata uang utama lainnya di dunia.
Dolar AS yang terus menunjukkan keperkasaannya terhadap rupiah memang disebabkan oleh ketidakpastian keputusan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
PKS tetap mempertahankan pendapatnya membangkang Setgab dengan menolak rencana kenaikan harga BBM. Atas sikapnya itu, PKS pun terus didesak keluar dari Setgab.
Ada perpecahan di internal PKS terkait rencana pemerintahan menaikkan harga BBM. Kalangan menteri PKS yang digawangi Tifatul menerima rencana itu, namun DPP menolak.
Meski menolak rencana kenaikan harga BBM, PKS tak juga keluar dari koalisi. Sikap ini membuat PKS dinilai memainkan politik dua kaki. Namun PKS membantah.
Sikap resmi PKS menolak atau menerima kenaikan harga BBM akan diputuskan dalam rapat majelis syuro besok (12/6). Bila tak konsisten dengan penolakan kenaikan BBM yang disuarakan, PKS diyakini akan terjerembab di Pemilu 2014.
Meski IHSG dan hampir mayoritas saham-saham secara teknikal sudah berada di bawah area oversold namun, belum ada tanda-tanda upreversal hingga sentimen yang ada berbalik arah.