Adegan dimulai saat Kholil membawa potongan tubuh istrinya. Menggunakan sepeda motor matik, Kholil mencantelkan tubuh istrinya yang terbungkus plastik.
Kwon Chol Nam melarikan diri dari Korea Utara ke China dengan mengarungi sungai perbatasan di malam hari dan harus merangkak di bawah pagar kawat berduri.
Kholil ketakutan saat pukulannya mencabut nyawa istrinya, Nindya. Dia dihantui rasa bersalah telah memutilasi sales cantik yang merengek minta mobil itu.
Selama melakukan aksi kejamnya, ia mengaku dihantui perasaan bersalah. Namun nasi telah menjadi bubur. Kholil harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.