Munas IX Golkar mengesahkan tata tertib pemilihan Ketum 2014-2019 dengan cepat karena Aburizal Bakrie sudah pasti terpilih. Namun, perdebatan kemudian muncul terkait jumlah formatur yang bertugas menyusun kepengurusan.
Aburizal Bakrie (Ical) diminta untuk merampingkan kepengurusannya di DPP Partai Golkar untuk lima tahun ke depan. Munas IX Golkar menetapkan bahwa Ical maksimal merangkul 150 orang untuk menjadi pengurus.
Aburizal Bakrie akan menunjuk ketua harian yang sebelumnya tidak ada di struktur kepengurusan. Wacana ini diperdebatkan dengan panas saat sidang paripurna, namun akhirnya tetap diketok oleh Nurdin Halid selaku pimpinan sidang Munas Golkar.
Rangkaian acara Munas IX Golkar dilanjutkan dengan rapat-rapat di setiap komisi. Hasil dari rapat yang berlangsung secara tertutup ini akan disahkan esok hari di sidang paripurna.
Di tengah arena Munas IX Golkar di Bali bebedar rekaman pembicaraan Ketua SC Nurdin Halid sedang menyusun skenario pemenangan Aburizal Bakrie. Rekaman ini akan dijadikan bukti untuk dilaporkan ke Kemenkum HAM lantaran melanggar AD/ART partai.
Apel Kasatwil tahun 2014 digelar di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Hal itu sesuai dengan instruksi presiden lewat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang melarang digelarnya rapat di hotel.
Salah satu agenda wisata MICE yang paling sering adalah kegiatan rapat di hotel. Namun mungkin ada yang bosan, apalagi PNS tak boleh berkegiatan di hotel. PT Pelni menawarkan ide baru yaitu rapat di atas kapal.
Sebuah rekaman suara Nurdin Halid memimpin rapat membahas skenario pemenangan Aburizal Bakrie secara aklamasi. Ical menganggap skenario itu normal dan pihak yang mengkhawatirkan skenario itu takut kepadanya.