KPU telah menetapkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019. Bentuk dukungan kepada Jokowi masih ditunjukkan oleh masyarakat untuk mengawalnya menjadi presiden dan menjalankan tugas pemerintahannya.
Tuntas sudah masa tayang pertunjukan dari para politisi Indonesia, setelah lebih dari tiga bulan rakyat Indonesia disuguhi 'akrobat politik' dari para elit partai. Semestinya berbagai olah dan polah para elit politik, utamanya harus didasarkan kepada kepentingan rakyat. Bukan sekedar untuk berkuasa.
Kubu pendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jususf Kalla mengaku tak gentar dengan kekuatan koalisi permanen Merah Putih di Dewan Perwakilan Rakyat.
Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai calon presiden dan wakil presiden terpilih. Kini masyarakat menanti susunan kabinet duet yang lebih akrab disapa Jokowi-JK itu.
Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangkan pemilihan presiden (pilpres), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diperkirakan akan segera menuntaskan kasus tabloid Obor Rakyat.
Chairul Tanjung, Menko Perekonomian, menyebutkan pemerintahan saat ini belum bisa bertemu atau berkonsultasi dengan Jokowi-JK. Ini karena sebetulnya belum ada presiden yang definitif.
Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar menyarankan setelah ini Jokowi harus berhati-hati dalam pembentukan kabinet pemerintahan nanti.