Pandemi virus Corona diyakini menjadi titik balik perubahan wisata dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara. Industri wisata pun wajib beradaptasi new normal.
Usai longgarkan lockdown dan social distancing, negara-negara ini kembali melaporkan adanya kasus baru Corona. Gelombang kedua Corona mulai diwaspadai.