MRT Jakarta sebenarnya sudah nyaris mulai konstruksi akhir tahun lalu tapi kembali urung karena Gubernur baru DKI Jakarta (Jokowi) ragu. Menunggu MRT serasa menunggu Godot.
Pemprov DKI Jakarta terus berusaha untuk menanggulangi kemacetan yang melanda ibu kota. Bahkan beberapa regulasi telah dipersiapkan untuk bisa mengurai kemacetan mulai dari persiapan pembangunan MRT dan lainnya.
Gubernur DKI Jakarta Jokowi tak takut membatalkan utang-utang yang akan diambil Pemprov DKI seperti dari Bank Dunia Rp 1,2 triliun dan juga dari Jepang untuk MRT. Apa alasan Jokowi?
Gubernur DKI Jakarta Jokowi tak mau didikte pemberi utang. Setelah mengancam membatalkan utang Bank Dunia, Jokowi juga mengancam membatalkan utang Jepang untuk proyek MRT.
Banyak wacana untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota Negara ini. Ada penerapan ganjil-genap, Electronic Road Pricing (ERP), MRT dan lain sebagainya. Yang menjadi pertanyaan apakah jika semuanya itu sudah diterapkan akan mengurangi kemacetan di Jakarta?
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan akan membatalkan pinjaman ke Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT).