Dilansir dari CNBC, Rabu (16/12/2020), kondisi itu menyebabkan mata uang Britania Raya yakni poundsterling menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Nilai tukar dolar Australia telah melonjak dan menjadi rekor tertinggi sejak 2018. Itu didorong naiknya harga bijih besi dan mulai pulihnya perekonomian.