Tenaga kesehatan yang terlibat praktik aborsi yang diungkap Polrestabes Surabaya ternyata adalah bidan. Bidan tersebut dibayar Rp 2 juta untuk sekali aborsi.
Pemkot Malang menunda pembangunan gedung baru senilai Rp 45 miliar. Peletakan batu pertama sempat dilakukan oleh Wali Kota Malang Sutiaji beberapa hari lalu.