Boeing 737 800 yang kecelakaan di perairan Bali memiliki harga jual sekitar US$ 89 juta atau setara dengan Rp 854.400.000.000. Namun nasibnya kini hanya jadi bangkai. Tak ada yang bisa digunakan lagi.
Untuk melakukan investigasi penyebab jatuhnya Lion Air ke laut di Bali dibutuhkan Voice Cockpit Recorder (VCR) yang terletak di bagian ekor pesawat. Karena sulit didapatkan, bagian ekor akan dipotong.
Kecelakaan Lion Air di Bandara Ngurah Rai Bali mengingatkan kita akan pentingnya mengetahui informasi keselamatan penerbangan. Agar selalu waspada, ada baiknya Anda memperhatikan informasi keselamatan berikut.
Kantor berita Reuters mendapat informasi ekslusif dari sumbernya terkait hasil pemeriksaan sementara terhadap pilot Lion Air yang jatuh di perairan Bali, M Ghazali. Disebutkan, ada pengalihan kontrol dari kopilot. Bagaimana ceritanya?
Usai kecelakaan Boeing milik maskapai Lion Air di Bali Sabtu akhir pekan ini, Minggu malam tadi pesawat Boeing 777 milik Korean Air mendarat darurat di Bandara Narita, Tokyo.
Dua orang korban luka kecelakaan pesawat Lion Air sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit di Bali. Kini, tersisa lima orang lagi yang masih butuh perawatan khusus.
Tak jarang dalam setiap penerbangan, ada penumpang yang membawa barang berharga seperti perhiasan, uang atau benda mewah lainnya. Bagaimana kompensasinya?
Pilot pesawat Lion Air yang jatuh ke laut di Bali merasa terseret angin ketika hendak mendaratkan pesawat di Bandara Ngurah Rai. Sang pilot mengklaim dirinya berjibaku untuk tetap menstabilkan kendali pesawat.