Jajal aksesibilitas jalan di Kota Bandung, seratusan penyandang cacat berjalan kaki dari GIM menuju Gedung Merdeka. Hasilnya? Selain fasilitas jalan yang tak memadai, pengendara pun masih belum ramah dengan kaum difabel.
Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat diwarnai aksi unjuk rasa sekitar 50 mahasiswa UPI di depan gerbang Gedung Sate. Mereka menggelar aksi teatrikal yang menceritakan 6 perempuan penyandang cacat diseret oleh pria tinggi besar.
Jumono, Bagian Pemuda dan Olahraga PPCI Jabar mengatakan, sejak dulu akses dan fasilitas untuk penyandang cacat di Gedung Sate terbatas. Penutupan gerbang depan gedung sate pun makin mempersulit mereka.
Penyandang cacat yang tergabung dalam PPCI Jabar menyayangkan penutupan gerbang utama Gedung Sate (Gesat) yang sudah dilakukan sejak sepekan lalu. Penutupan gerbang tersebut dinilai menghambat penyandang cacat jika ada keperluan ke lingkungan gesat.
Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat dan Hari Internasional Hak Asasi Manusia bakal digelar di Museum Konperensi Asia-Afrika Kota Bandung. Acara tersebut berlangsung mulai 3 hingga 10 Desember 2010.
Meski fasilitas khusus bagi penyandang cacat masih minim di Jakarta, tapi beberapa area publik telah membangunnya. Dengan adanya fasilitas khusus ini, menjadikan penyandang cacat mandiri. Hal tersebut terlihat di berbagai wahana di Dunia Fantasi (Dufan), Ancol.
Gedung-gedung pencakar langit terus bertambah di Jakarta. Namun sayang, dari sekian banyak gedung itu, hanya sedikit yang ramah terharap para penyandang cacat. Dari catatan, hanya sekitar 3 persen.
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) mendukung langkah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) untuk membuat tangga khusus bagi penyandang cacat, khususnya yang memakai kursi roda.