Meski sudah terkenal, ternyata masih banyak keinginan WS Rendra yang belum terpenuhi. Dan itu semua terekam dalam sebuah puisi yang dibuatnya beberapa hari sebelum Si Burung Merak tersebut menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Penyakit yang mendera fisiknya, tak mengurangi kebiasaan WS Rendra untuk terus melucu. Sebagai seorang seniman, Rendra bahkan tetap menjadi 'sutradara' saat di rumah sakit.
Budayawan WS Rendra akan dimakamkan di Bengkel Teater Rendra miliknya besok Pagi. Jika tak ada halangan, jenazah Sang Burung Merak akan disemayamkan jam 07.00 pagi.
Budayawan WS Rendra akan dimakamkan di Bengkel Teater Rendra miliknya besok Pagi. Jika tak ada halangan, jenazah Sang Burung Merak akan disemayamkan lebih dulu jam 07.00 pagi.
Sosok penyair kondang WS Rendra dinilai lebih dari sekedar seniman atau budayawan. Lewat karya-karyanya yang sering mengungkap masalah bangsa, ia juga layak disebut negarawan.
Kesakitan yang dialami W.S Rendra saat terbaring di rumah sakit tak membuatnya berhenti memikirkan nasib rakyat Indonesia. Hingga akhir hayatnya, ia terus berjuang demi rakyat.