Harga perak jatuh lebih dari 10%, yang merupakan penurunan terbesar dalam sejarah. Anjloknya harga perak itu langsung memicu penurunan harga emas hingga 3%.
Bursa Wall Street kembali melanjutkan pelemahannya, menyusul jatuhnya harga minyak mentah dunia. Investor beramai-ramai keluar dari aset-aset yang berisiko.
Harga minyak mentah dunia jatuh hampir 10% hingga kembali di bawah level US$ 100 per barel. Data perekonomian AS yang mengecewakan dan penguatan dolar langsung memicu spekulasi.
Mahalnya harga pertamax yang menyentuh Rp 9.050 per liter jadi alasan konsumen balik ke premium. Konsumsi BBM subsidi pun diprediksi menyentuh 42 juta kiloliter (KL).
IMF menyarankan pemerintah untuk segera lakukan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, guna menahan laju subsidi yang terus meroket karena tingginya harga minyak.
Sepanjang April lalu, harga minyak rata-rata Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) melonjak US$ 10,29/barel menjadi US$ 123,36 per barel. Ini Akibat krisis di Timur Tengah.
Tewasnya pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden juga sempat membawa euforia kenaikan harga minyak mentah dunia dan emas. Namun harga kedua komoditas itu akhirnya surut dari titik tertingginya.