Edward Snowden lagi-lagi bikin geger. Ia mengumbar cerita soal kasus penyadapan pada layanan operator telekomunikasi yang dilakukan lewat SIM card. Bagaimana bisa?
Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerja sama dengan Marjin Kiri menerbitkan buku 'Kurasi dan Kuasa: Kekuratoran dalam Medan Seni Rupa Kontemporer di Indonesia' karya Agung Hujatnikajennong. Buku ini diambil dari disertasi doktoral sang penulis.
Belum mendunia bukan berarti tak punya kualitas juara. Setidaknya, beri dulu kesempatan membuktikan diri, kalau perlu diadu oleh para pemain global. Kondisi ini yang kira-kira terjadi oleh produsen SIM card lokal.
Indonesia merupakan pasar gemuk bagi industri SIM card. Kebutuhannya bisa mencapai 300-400 juta unit per tahun. Namun sayang, perusahaan lokal belum bisa jadi raja di rumah sendiri.
Isu penyadapan pada akhirnya kembali melambungkan harapan penggunaan SIM card buatan dalam negeri untuk industri telekomunikasi. Sejatinya, SIM card buatan lokal sudah sejak lama ada. Hanya saja kesempatan untuk naik panggung yang belum datang.
Adanya indikasi penyadapan lewat kartu SIM yang digunakan oleh hampir seluruh operator seluler di negeri ini membuat Kementerian Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tersentak untuk segera mengambil tindakan.
Tanri Abeng University (TAU) melakukan kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kedua perguruan tinggi tersebut akan bersinergi menciptakan engineering baru yang akan turut memajukan bangsa.