Racikan nasi ini paling cocok untuk penderita diabetes, karena 30%nya terdiri dari tempe yang dibakar. Cocok disantap untuk makan pagi atau siang Anda.
Sate, gule dan tengkleng mbok Galak ini memang mlekoh bumbunya. Karena itu tiap kali pak Harto dan keluarga ke Solo, sate racikan mbok Galak ini tak pernah absen di meja makan ndalem Kalitan!
Satai dari daging sapi atau kambing ini ternyata punya racikan yang agak berbeda di Jakarta, Purwakarta dan Cianjur. Penasaran kami pun mencoba ketiganya, hmm... mana ya yang lebih mak nyuss?
Pagi ini saya kok tiba-tiba merasa seperti terserang tempe blue. Perasaan tak keruan karena tempe. Ini pasti karena saya tergolong sebagai penggila tempe. Terus terang saya agak kaget saat mendengar berita para perajin tempe dan tahu se-Jabodetabek benar-benar akan berdemo di depan Istana Negara!
Bebek goreng plus futsal? Lha, nggak nyambung kan? Tapi makan siang kali ini kami mendapatkan keduanya. Nasi bebek yang ini memang unik. Daging bebek gorengnya empuk, gurih tenan dan krenyes-krenyes renyah. Butiran keringatpun mengucur dari dahi dan hidung karena setruman 'setan merah'. Uah...uah... peudeess polll
Kroket yang sering kita nikmati sebagai camilan ternyata resep aslinya dari Perancis. Bentuknya sangat beragam dan resepnya juga kaya variasi. Mau isi ayam, daging, telur puyuh atau keju. Yang penting enak, nyam..nyam..!!!
Pluit tak hanya terkenal akan seafoodnya saja, ternyata bagian utara Jakarta ini menyimpan ragam kuliner yang patut diacungi jempol. Soto udang dan soto kepiting nan lezat, popiah Medan yang renyah, martabak India yang wangi atau aneka es buah yang bikin ngiler... semua tersedia komplet.