Proyek strategis nasional ini dilaksanakan selama 20 tahun di Tanjung Enim dengan kucuran dana asing dari APCI sebesar US$ 2,1 miliar atau setara Rp 30 triliun.
Sebagian besar pengembang adalah berjenis kelamin laki-laki 91,5%, perempuan hanya 8,5%. Realitas pekerjaan pengembangan perangkat lunak didominasi pria.
"Kita akan memiliki integrated industry berbasiskan hydropower di Kalimantan Utara. Ini adalah satu integrated industry yang mungkin paling besar di dunia,"
PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation meneken Heads of Agreement pabrik baterai kendaraan listrik dengan Konsorsium Korea Selatan.