Lahan pabrik ini menjadi awal Li masuk bisnis properti. Dan saat Li masuk, ia beruntung karena di Cina sedang terjadi revolusi kebudayaan. Banyak warga Hong Kong yang khawatir wilayah kecil itu bakal terpengaruh, sehingga mereka meninggalkan negara tersebut. Akibatnya jelas, harga properti jatuh.
Belum lama Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Neraca Perdagangan RI 2012 mengalami defisit sebesar USD 1,33 miliar. Mengejutkan, menakutkan dan bisa jadi merupakan defisit terburuk sejak awal tahun 60-an.
Kesulitan uang ini membuat Sony, yang saat itu masih bernama Tokyo Tsushin Kogyo, mencoba berbagai produk untuk sekadar menyambung hidup. Morita pun awalnya tidak digaji bekerja di sana, tapi ia mendapat gaji dari pekerjaan lain sebagai dosen.