Pihak ritel modern mengungkap sekitar 70.000 ton 'raib', padahal akan dipasok untuk kebutuhan konsumen. Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun buka suara.
Menurut Bernardi, pihaknya cukup kerepotan. Pasalnya, produsen rafinasi tidak punya pengalaman mendistribusikan gula ke pedagang di pasar-pasar tradisional.
"Seharusnya sampai detail barang itu sampai ke pasar. Seharusnya pemantauan mulai dari keputusan impor atau kebijakan lainnya itu harus sampai ke lapangan."