Dua jenazah yang ditemukan di kebun Muhyaro dipastikan bukan Sunaryo (39) dan Nurudin (49). Adakah korban lain? Apakah korban jagal dari Gunung Sumbing itu lebih dari 3 orang?
Awalnya, 2 jenazah yang ditemukan di kebun tersangka penipuan dan pengganda uang Muhyaro diperkirakan bernama Sunaryo (39) dan Nurudin (49). Tapi setelah dites DNA, kedua jenazah itu ternyata orang lain. Berikut ciri-ciri fisik jenazah. Warga yang kehilangan anggota keluarga diminta melapor.
Hasil tes DNA terhadap 2 jenazah korban dukun pengganda uang dari lereng gunung Sumbing, Magelang, Muhyaro, ternyata tidak cocok. Keduanya bukan Sunaryo (39) dan Nurudin (49). Jadi siapakah mereka?
Dua orang yang diduga kuat sebagai korban Muhyaro saling mengenal. Mereka pergi berdua ke Windusari Magelang 22 bulan atau nyaris 2 tahun silam. Jenazah keduanya ditemukan akhir pekan lalu di kebun Muhyaro.
Polisi memeriksa kebun milik Lasmono di Wonosobo, Jateng. Lasmono merupakan tersangka baru kasus pembunuhan yang berkomplot dengan 'jagal' dari Gunung Sumbing, Muhyaro.
Kepolisian belum menyelidiki Novan, seseorang yang mengadakan pertemuan dengan salah satu korban Muhyaro, Yulanda Rifan. Saat ini kepolisian masih fokus terhadap dugaan adanya korban Muhyaro yang lain.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Dit Reskrimum Polda Jawa Tengah, diketahui dukun pengganda uang, Muhyaro melakukan ritual dengan memakaikan penutup mata berupa kain putih kepada korbannya.
Dua jenazah yang ditemukan di kebun milik dukun pengganda uang, Muhyaro hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Namun ciri-ciri dari 2 jenazah yang masuk dalam fase pembusukan itu sudah bisa terlihat
Satu orang warga Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo bernama Pono alias Yanto (34) ditahan di Polda Jawa Tengah. Ia ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penipuan penggandaan uang dan pembunuhan yang dilakukan oleh Muhyaro.