Bulan Oktober lalu, tepatnya tanggal 16 Oktober 2011, aku mendapat kesempatan untuk melakukan berkeliling Madura. Dalam sehari, perjalan PP Surabaya-Sumenep dan sekitarnya kutempuh.
Prosesi rayahan gunungan Gerebeg Besar Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat hari ini berlangsung tertib. Lima buah gunungan diperebutkan setelah usai didoakan, baru kemudian dirayah warga.
Swiss tidak membuat cinta GKR Nusastuti Wijareni pada Achmad Ubaidillah menipis. Kesederhaan Jeng Reni, memantapkan tekad Ubay untuk tidak melepas sang putri.
Parpol koalisi mengalami gejolak internal setelah reshuffle kabinet. Gejolak terjadi lantaran tidak ada penjelasan alasan pencopotan atau pengangkatan kader jadi menteri.
Sebuah pernikahan akbar putri bungsu sang pemilik Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Semua warga Jogja ikut merayakannya dengan disiapkannya 200 angkringan gratis dan 1000 mangkuk mie ayam.
Saat yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Rombongan keluarga Keraton Ngayogyakarta melakukan kirab pengantin menuju Bangsal Kepatihan. Suasana meriah!
Presiden SBY beserta istri Ani Yudhoyono, Wapres Boediono bersama istri Herawati menghadiri acara panggih pengantin GKR Bendara-KPH Yudanegara. Acara panggih pengantin digelar di emper Bangsal Kencana Keraton.
Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan sendiri putri bungsunya, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara. Akad nikah bertepatan dengan hari kelahiran Sultan yakni Selasa Wage.