Pemerintah membuka kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi pada tahun ini. Hal tersebut mengingat konsumsi yang akan terus melonjak dan anggaran subsidi yang makin besar.
Pihak pengusahan melalui Kadin menyatakan sekarang adalah waktu yang tepat bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi. Tak perlu tunggu pemerintahan baru.
Sebagian besar produksi gas bumi nasional diekspor ke luar negeri. Sementara penggunaan gas bumi untuk rumah tangga masih minim, padahal gas bumi lebih murah bahkan dibandingkan dengan LPG.
Sampai saat ini belum ada kebijakan signifikan pemerintah untuk menekan konsumsi BBM subsidi. Kementerian ESDM menyatakan, pengendalian BBM subsidi butuh proses lama.
Bank Dunia menekan pemerintah Indonesia mengurangi subsidi energi, khususnya subsidi BBM. Bank Dunia meminta presiden baru menaikkan harga BBM subsidi jadi Rp 8.500/liter.