Trump secara resmi mengategorikan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris asing. Ini pertama kalinya AS memberi cap demikian pada militer sebuah negara.
Tampaknya klaim kemenangan atas ISIS tak otomatis menghentikan operasi teror ribuan anggotanya yang masih tersisa di Suriah dan Irak, termasuk di Indonesia.