Industri pengolahan Indonesia tertekan oleh daya beli lesu. Penurunan keyakinan konsumen dan tantangan dari produk impor mempengaruhi pertumbuhan sektor ini.
Perseroan yang beroperasi di Indonesia selama 111 tahun ini berhasil mempertahankan kepemimpinan di industri hasil tembakau dengan pangsa pasar sebesar 27%