4 Kontainer ban rekondisi Lion Air masih ditahan pihak Bea dan Cukai karena tak ada izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kemenhub sudah mengirimkan surat yang menjelaskan mengenai kelayakan suku cadang kepada Kemendag.
Penggunaan ban rekondisi sudah lazim terjadi di dunia penerbangan. Ban itu direkondisi dengan divulkanisir sesuai dengan persyaratan ketat. Untuk kasus Lion Air, ban itu direkondisi di pabrik ban pesawat Bridgestone di Hong Kong.
Delay 12 jam yang menimpa ratusan penumpang Lion Air pekan lalu di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dipicu karena stok ban serep pesawat yang tak tersedia. Ban-ban itu rupanya ditahan pihak Bea Cukai. Kok bisa?
Kericuhan terjadi pada Kamis (17/10) pekan lalu di Bandara Soekarno-Hatta. Para penumpang mengamuk ke maskapai Lion Air karena penerbangan tertunda selama 12 jam. Apa pemicunya?
Kasatlantas Polres Malang AKP Erwin Aras Genda geram namanya dicatut Chandra Yulianto. Ia minta penumpang Lion Air yang kedapatan membawa alat isap sabu (bong) di Bandara Juanda itu diproses hukum.
Banyaknya kasus keterlambatan, penundaan hingga mengakibatkan keributan dalam pesawat, Lion Air hari ini mulai dievaluasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hasil evaluasi ini akan keluar 2 pekan mendatang.
Seorang penumpang Lion Air bernama Candra Yulianto Dirgantara diamankan. Candra diamankan karena membuat keributan dan kedapatan membawa barang yang diduga alat iisap (bong) sabu-sabu.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-0693 tujuan Kupang-Jakarta mengalami gangguan di ketinggian 10.000 kaki. Sang pilot kemudian memutuskan untuk kembali ke Bandara El Tari, Kupang.