Sejumlah perwakilan dari Kedubes AS di Moskow, mengunjungi Dagestan terkait penyelidikan kasus bom Boston. Mereka bertemu langsung dengan orang tua kedua tersangka dan mewawancarainya.
Pemerintah Prancis mengecam keras serangan bom yang mengguncang Kedubes Prancis di Tripoli, Libya. Prancis bertekad bahwa pihak-pihak yang berada di balik serangan itu, akan menanggung akibatnya.
Beberapa waktu lalu, Transportation Security Administration (TSA) bersedia mengizinkan penumpang untuk membawa pisau dalam penerbangan di AS. Tapi gara-gara bom Boston, TSA menunda perizinan tersebut demi alasan keamanan.
Tersangka bom Boston sempat membajak mobil Mercy SUV milik seorang pria saat dalam pelarian. Namun karena pria tersebut dianggap bukan warga AS, Dzhokhar dan Tamerlan Tsarnaev tak membunuhnya.
Tersangka bom Boston, Dzhokhar Tsarnaev mengaku bahwa dirinya dan kakaknya, Tamerlan termotivasi oleh perang di Irak dan Afghanistan. Dengan melancarkan serangan bom Boston, mereka bermaksud membela Islam.
Tersangka bom Boston, Tamerlan Tsarnaev pernah mengunjungi toko kembang api sekitar dua bulan sebelum ledakan terjadi. Saat itu, Tamerlan membeli dua kembang api berbentuk mirip mortir.
Katherine Russell, janda tersangka bom Boston, Tamerlan Tsarnaev, berjanji kooperatif dengan polisi terkait penyelidikan kasus yang melibatkan mendiang suaminya.
Katherine Russell, janda tersangka bom Boston, Tamerlan Tsarnaev, sehari-hari bekerja 7 hari seminggu sementara suaminya, Tamerlan mengasuh putri mereka yang berumur 3 tahun.