Pemerintah Irak mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Wapres al-Hashemi yang memeluk Sunni. Dia dituding terlibat serangkaian pembunuhan dan pemboman.
Wakil Presiden Irak, Tareq al-Hashemi dan sejumlah pengawalnya diminta keluar dari sebuah pesawat di Bandara Baghdad. Hal ini karena dua orang pengawalnya disinyalir terlibat terorisme.
Pasukan Keamanan Turki menemukan rangkaian bom yang terpasang di jaringan pipa yang digunakan untuk menyalurkan minyak dari Irak ke turki. Pihak Turki menuduh pemberontak Kurdi terlibat.