Dampak gempa dan tsunami tidak hanya dirasakan Jepang, Indonesia pun dipastikan akan turut merasakannya. Sebab produksi mobil Toyota di Indonesia terpaksa harus dikurangi karena kekurangan pasokan komponen dari Jepang.
Mulai 25 April sampai 4 Juni 2011, Toyota akan mengurangi jumlah mobil yang diproduksi di Thailand. Pengurangan produksi harus dilakukan karena suplai suku cadang yang masih minim menyusul gempa dan tsunami di Jepang.
Pasca terjadinya gempa, ekspor Jepang mengalami penurunan akibat rusaknya sejumlah infrastruktur dan mengakibatkan terganggunya produksi sejumlah pabrik.
Toyota akhirnya kembali mengoperasikan semua pabriknya di Jepang yang sudah berhenti sejak gempa 11 Maret 2011 lalu. Namun produksinya masih 50 persen dari biasanya karena keterbatasan suku cadang.
Perdagangan saham di akhir pekan ini diprediksi masih akan lesu, seiring minimnya sentimen di pasar. Investor akan berhati-hati sembari mencermati pergerakan bursa-bursa regional.
Investor diharapkan mewaspadai sinyal terjadinyakoreksi dan menunggu hingga terdapat sinyal rebound dengan harapan investor bisa mengambil harga di bawah.
Tsunami yang melanda Jepang sudah satu bulan berlalu, 7 pabrikan mobil pun mulai mengeluarkan data mobil hasil produksi yang rusak atau hilang tersapu tsunami, dan jumlahnya hingga April ini mencapai 516.000 unit.