Saham-saham di Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2026) setelah Mahkamah Agung AS memutuskan menolak kebijakan tarif Donald Trump.
Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat menurunkan tarif barang asal Indonesia menjadi 19%, sementara Indonesia menghapus 99% hambatan tarif bagi produk AS.
Perjanjian dagang Indonesia-AS resmi ditandatangani, memungkinkan 1.819 produk RI masuk pasar AS dengan tarif 0%. Ini manfaatkan 4 juta pekerja sektor tekstil.
Perundingan tarif dagang AS-Indonesia menuju kesepakatan solid. Prabowo optimistis perjanjian ini akan dorong kemitraan ekonomi kedua negara yang berkelanjutan.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan tidak semua produk tekstil Indonesia yang akan diekspor ke Amerika Serikat (AS) mendapatkan tarif 0%.
Potongan tarif impor Indonesia jadi 19% merupakan peluang strategis ke depan karena dapat meningkatkan nilai ekspor dan investasi di sektor industri alas kaki.