Hasil pemeriksaan sampel dua produk suplemen makanan beredar di jejaring media sosial. Kedua produk itu disebut mengandung DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) babi.
Dua merek suplemen makanan ramai diperbincangkan karena mengandung DNA babi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberi penjelasan tentang kabar viral itu.
Pengujian di lab dengan PCR jadi salah satu cara mengetes DNA babi pada makanan. Metode ini dinilai lebih akurat dibanding tes cepat. Bagaimana prosesnya?
BPOM minta produk mie instan asal korea ditarik dari pasaran. Namun, mie mengadung fragemn DNA babi tersebut masih ditemukan di sejumlah supermaket di Malang.