Presiden AS, Donald Trump, merilis pesan video usai DPR AS memakzulkan dirinya untuk kedua kali atas tuduhan menghasut pemberontakan terkait rusuh Capitol AS.
Meskipun mengakui memikul 'sejumlah tanggung jawab' atas kerusuhan di Gedung Capitol AS, Presiden Donald Trump secara pribadi menyalahkan 'orang-orang Antifa'.
Tindakan penyerbuan dan pengerusakan Gedung Capitol AS menunjukan sebuah kegagalan dari sistem keamanan dan kerja polisi yang berjumlah 2.000 personel.
Trump menjadi presiden pertama Amerika Serikat (AS) yang dimakzulkan dua kali. Pemakzulan ini diakhiri dengan drama Trump yang memilih untuk menyendiri.