Perang AS-Iran meluap setelah Houthi mengumumkan blokade terhadap Arab Saudi di Laut Merah. Eskalasi ini kembali mengancam suplai minyak dan perdagangan dunia.
AS kembali menggempur Iran di malam kesepuluh. Konflik perlahan melebar ke Laut Merah, di mana Houthi memberlakukan blokade terhadap Selat Bab el-Mandeb.
PM Inggris Andy Burnham setujui penggunaan pangkalan militer untuk operasi defensif AS terhadap Iran, melanjutkan kebijakan pendahulunya, Keir Starmer.
PM Inggris yang baru dilantik, Andy Burnham menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk serangan defensif terhadap Iran.
Menhan AS Pete Hegseth mengungkapkan bahwa perang melawan Iran telah menghabiskan biaya sebesar US$ 37,5 miliar, atau setara Rp 671,7 triliun, sejauh ini.