Anggota Pansus berharap adopsi teknologi dalam sistem Pemilu bisa mendukung penyelenggaraan Pemilu yang lebih baik. Apalagi untuk antisipasi sengketa Pemilu.
BPPT mempunyai alat bernama e-voting. E-voting merupakan alat yang secara cepat, tepat, dan akurat, melihat hasil rekapitulasi perhitungan suara dalam pemilu.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Pemilihan Kepala Daerah secara serentak tahun ini mestinya bisa berjalan efektif dan efisien. Namun kenyataannya menurut dia justru ada pembengkakan pembiayaan yang melebihi target.
Pemungutan suara di Indonesia masih menggunakan kertas dan paku. Sebenarnya, BPPT sudah menyiapkan perangkat pemungutan suara elektronik atau disebut e-voting. Namun penerapan secara masif untuk pemungutan suara di Indonesia masih terkendala.
Belum lama ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menemukan alat e-Voting untuk digunakan dalam pemilu. Kapan inovasi teknologi ini bisa diterapkan di Indonesia?
BPPT telah menemukan e-Voting yang diyakini akan mempercepat dan mempermudah proses Pemilu. Namun, kekhawatiran muncul jika sistem ini diserang oleh hacker.
Kabar gembira datang dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Saat ini, BPPT telah menemukan alat e-voting yang bisa digunakan dalam proses pemilu mendatang.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah membuat sistem e-Voting. Dengan sistem yang dibuat ini, diyakini mampu mempermudah proses Pemilu yang selama ini memakan waktu dan biaya.