Pemerintah terus menggenjot penyerapan kredit rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), termasuk ada gagasan KPR tanpa uang muka.
Penyerapan KPR rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih terbilang rendah. Dalam 8 bulan, FLPP baru terserap 51% dari target 121.000 unit rumah.
Realisasi penyaluran kredit rumah murah melalui Fasilitas Likuiditas Penyaluran Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi hingga Agustus 2013 baru mencapai 51,3% atau sekitar 62.076 unit.
Perlahan tapi pasti, jumlah kurang pasok (backlog) perumahan di Indonesia terus bertambah hingga tercatat 15 juta unit rumah, sehingga membawa Indonesia pada krisis perumahan.
Sayang media hanya menyorot soal banyaknya mobil mewah di blok 1 dan blok 5 Cluster B. Pemberitaan itu dinilai justru menutupi maraknya praktik jual beli surat perjanjian sewa, dan sewa di atas sewa.
Semua pihak harus sadar bahwa tanggung jawab pengelolaan air bersih tidak saja berada di pundak operator tetapi juga ada di Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, dan warga DKI Jakarta.
Indonesia mengalami krisis perumahan, ditandai dengan kekurangan pasokan rumah (backlog) sekitar 15 juta unit. Ada usulan Indonesia harus belajar ke Brasil.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM mengusulkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tahun depan. Kenaikan tarif listrik ini dikhususkan untuk golongan tertentu, terutama untuk golongan orang kaya.
Tahun depan, pemerintah akan menaikkan kembali tarif dasar listrik (TDL), namun besarannya belum ditentukan berapa. Siapa saja yang bakal merasakan kenaikan ini?