Israel meratakan sebuah rumah warga Palestina di Yerusalem timur. Aksi ini menandai dimulainya lagi aksi penghancuran rumah Palestina setelah berhenti 8 bulan akibat tekanan internasional.
Rating popularitas Presiden AS Barack Obama di kalangan warga AS terus menurun. Bahkan kini hampir 60 persen warga AS menyatakan kurang percaya pada Obama.
Minggu lalu, NASA membuat pernyataan kerja sama dengan negara Islam akan jadi prioritas program angkasa luar dari AS. Gedung Putih pun meralat keterangan NASA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tidak mungkin kesepakatan damai dengan Palestina dapat diterapkan tahun 2012 mendatang. Terwujudnya Palestina sebagai sebuah negara juga masih memerlukan pemikiran panjang.
Kabarnya, Israel sempat resah atas desakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tentang Palestina. Boleh jadi, kecurigaan itu muncul karena nama tengah Obama adalah Hussein.