Menurut Puan, pemerintah harus jeli menganalisis latar belakang munculnya isu kepulangan WNI itu. Apakah mereka sendiri yang menyesal dan ingin kembali pulang?
Dia menuturkan jika pemerintah mampu memberikan bantuan kemanusiaan untuk warga negara lain, maka seharusnya pemerintah mampu membantu warganya sendiri.
"Setahu saya, mereka tidak terbiasa berbuat taqiyyah. Orang-orang ISIS ini orang yang terlalu terbiasa bicara jujur. Mereka blak-blakan," kata Al Chaidar.
Bila melihat wajah-wajah pembakar paspor hijau lewat video ISIS, ternyata mereka anak-anak. Sudikah Presiden Jokowi menerima mereka pulang ke Indonesia?