Meskipun perolehan suaranya tak signifikan di Pemilu 2014 namun PPP tetap bermanuver. Manuver politik PPP bak drama televisi yang berlinang air mata namun berakhir bahagia.
"Kan kita menjalin komunikasi dengan banyak kandidat, yang dengan Pak Mahfud kemarin di Bali itu kebetulan terekspos (media)," ujarnya. "Tidak masalah kalau tidak jadi (dengan Mahfud)."
Kekisruhan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya berakhir setelah dua kubu, yakni Ketum Suryadharma Ali (SDA) dan Sekjen Romahurmuziy (Romi) mencapai kata islah.
Keputusan Mukernas PPP mempertegas fatwa Majelis Syariah yang menganulir semua keputusan Suryadharma Ali. Sang ketua umum pun pasrah tanpa perlawanan, sembari menitikkan air mata.
Ketum PPP Suryadharma Ali dengan gagahnya menyatakan dukungannya ke Prabowo Subianto di kampanye akbar Gerindra pada 23 Maret lalu. Tapi keberanian Suryadharma harus dibayar mahal, internal PPP terbelah dua.