Maskapai penerbangan negara Teluk ikut membatalkan dan mengalihkan sejumlah penerbangan yang melintasi Asia Selatan saat India dan Pakistan saling menyerang.
India menggempur wilayah Pakistan untuk menargetkan "infrastruktur teroris" setelah Islamabad gagal menindak militan yang mendalangi serangan di Kashmir.
Pemerintah Kerala mewajibkan siswa mengikuti Zumba sebelum kelas, namun ditentang oleh beberapa kelompok yang menganggapnya bertentangan dengan nilai moral.
Militer Pakistan mengatakan pembangkit tenaga air (PLTA), yang ada di sisi perbatasan Kashmir yang dikuasainya, mengalami kerusakan akibat serangan udara India.
Beberapa maskapai penerbangan Asia terpaksa mengubah rute atau membatalkan penerbangan dari dan ke kawasan Eropa imbas pertempuran antara India dan Pakistan.
Seorang penumpang selamat dari kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad, mengisahkan pengalaman traumatisnya. Hanya dia yang selamat dari 242 penumpang.