Ali Imron menjelaskan dulu dia meledakan bom untuk peringatan, tapi kini teror untuk membuat takut. Diapun menolak aksi teror yang melibatkan perempuan-anak.
Sistem kesehatan di Jalur Gaza sudah kewalahan menghadapi pandemi COVID-19. Kini, rumah sakit semakin terbebani karena kebanjiran pasien korban konflik.