Sejatinya Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan hadir di Komisi VII DPR untuk memverifikasi temuan Badan Pemeriksa Keuangan soal inefinsiensi di Perusahaan Listrik Negara yang pernah dipimpinnya. Tapi, dia justru disindir habis-habisan terkait perkara anggota DPR 'pemalak'.
Hampir setiap hari saya selalu melakukan pengiriman paket melalui JNE, dan selama itu pula saya tidak pernah dikecewakan dengan pelayanannya. Sehingga toko online saya semakin dipercaya.
Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) menagih janji pemerintah yang akan memberikan alokasi dana untuk perawatan jalan rel yang tertuang dalam Perpres 53 Tahun 2012. Mereka gusar, karena baik dalam APBN Perubahan 2012 maupun RAPBN 2013 dana perawatan rel tersebut tak juga dialokasikan.
Permintaan jatah yang dilakukan beberapa anggota DPR memang memprihatinkan. Mereka tiada henti menagih ke BUMN. Bahkan, saat melakukan ibadah di Makkah pun, sang anggota DPR itu masih saja telepon menagih uang jatah itu.
Menteri BUMN Dahlan Iskan telah memberikan keterangan sejujur-jujurnya kepada BK DPR terkait para oknum DPR yang minta jatah ke BUMN. Bila keterangannya tak dianggap, Dahlan mempertanyakan keseriusan DPR memberantas korupsi.
Menteri BUMN Dahlan Iskan rencananya hari ini akan mengirim surat ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Namun hingga siang ini surat berisi nama-nama anggota DPR pemeras BUMN itu belum diterima.
Disebut-sebut sebagai 'pemalak' Badan Usaha Milik Negara, politikus PDI Perjuangan Sumaryoto berbalik akan menggugat Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dia pun menunjuk pengacara Warsito Sanyoto sebagai kuasa hukumnya.