Setelah militer mengambil alih kekuasaan pada Senin (1/2) pagi, warga Myanmar mendapat informasi sejumlah orang sudah ditahan dan tak ada akses telekomunikasi.
Mereka semua adalah dangdut baru atau dangdut Jawa kontemporer. Secara spesifik dinamakan Dangdut Ambyar. Referensi mereka hanya satu, yaitu Didi Kempot.