Masifnya pengobralan 'kepentingan Islam' dalam politik hari ini telah sampai pada situasi di mana cagub/capres merasa harus menawarkan program-program 'Islami'.
Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengutip novel fiksi terkait pidato 'Indonesia bubar tahun 2030'. Menilik hal ini, Prabowo diharapkan tak menjadi capres fiktif.
Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo membuat langkah mengejutkan dengan resmi menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Apa alasannya?