Burger King memutuskan untuk tak lagi membeli minyak sawit dari Sinar Mas dan anak usahanya. Keputusan itu diambil setelah Greenpeace melakukan kampanye negatif terhadap Sinar Mas.
Greenpeace keras menentang Facebook yang dituding turut berperan dalam kerusakan lingkungan. Organisasi lingkungan hidup itu mendesak Facebook agar tidak menggunakan energi dari batu bara untuk data center terbarunya.
Rusia melaporkan adanya kemajuan dalam memerangi kebakaran hutan yang terjadi akibat gelombang panasĀ Namun ada kekhawatiran bahwa kebakaran bisa menyebarkan radiasi jika terjadi di daerah-daerah dekat lokasi bencana nuklir Chernobyl.
Sinar Mas mengaku penjualannya tidak terpengaruh meski ada tudingan dari Greenpeace yang berimbas pada penghentian pembelian CPO oleh Unilever maupun Nestle.
Hasil verifikasi tim independen terhadap Sinar Mas sudah tuntas. Sinar Mas menilai tudingan Greenpeace tidak terbukti, namun sebaliknya Greenpeace menilai sebagian temuannya terbukti berdasar laporan itu.
Facebook memutuskan untuk memperbesar ukuran data center yang tengah dibangunnya di Oregon, Amerika Serikat (AS). Langkah ini menandakan begitu cepatnya pertumbuhan situs jejaring sosial itu.
Facebook ditentang habis-habisan oleh Greenpeace. Jejaring sosial ternama ini dituding coba menghancurkan bumi karena tak ramah lingkungan dan menghabiskan energi alam kelewat boros. Aksi penolakan didukung 8.000 orang.
Kerugian yang ditanggung negara akibat pembalakan liar alias illegal Logging cukup besar. Dalam sehari, kerugian akibat perbuatan yang merusak lingkungan tersebut mencapat RpĀ 83 miliar atau Rp 30,3 triliun per tahun.