Indonesia untuk sementara dinyatakan tidak terkena sanksi FIFA. Namun, PSSI harus berbenah dalam waktu sebulan atau FIFA otomatis akan menjatuhkan sanksi.
Kelompok pemilik suara PSSI belum percaya ucapan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar yang menyebut bahwa Kongres PSSI harus digelar sebelum 30 Juni. Mereka menunggu sikap resmi FIFA.
Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar sudah bertemu perwakilan FIFA di Zurich, Thierry Regenass. Disebutkan bahwa Indonesia masih diberi satu kesempatan lagi untuk menggelar Kongres PSSI.
Anggota Komite Normalisasi yakin Agum Gumelar punya data valid terkait rekomendasi AFC pada FIFA untuk menghukum Indonesia. Namun anggota KN yang lain mengaku tak tahu menahu soal pernyataan tersebut.
Kepastian soal jatuh atau tidaknya sanksi buat Indonesia masih jadi tanda tanya besar. FIFA memang belum pasti menjatuhkan hukuman, meski belum tentu juga Indonesia sepenuhnya melenggang bebas.
Ada lima hal yang perlu dicermati untuk mengurai kisruh di PSSI dan kegagalan kongres tempo hari: kedudukan KN & KB, keputusan CAS, agenda kongres, alasan pelarangan GT-AP, serta entitas Kelompok 78.
Ketua Komite Normalisasi (KN) PSSI Agum Gumelar telah tiba di Zurich, Swiss. Di sana ia disebutkan akan berusaha melobi FIFA agar tidak memberi sanksi kepada Indonesia.
Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar diminta mengajak pihak lain untuk bertemu FIFA guna melanjutkan upaya perbaikan di tubuh PSSI. Hal ini dimaksudkan supaya tiada lagi saling curiga.
Suporter klub Persisam Putra, Pusamania, menuding Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar melakukan kebohongan dengan menyebutkan AFC merekomendasikan sanksi FIFA terhadap Indonesia.