PBB mengatakan setidaknya 38 orang meninggal di Myanmar, Rabu (3/3), menandai hari paling mematikan sejak aksi protes besaran-besaran menentang kudeta militer.
Para demonstran anti-kudeta kembali turun ke jalan, sehari setelah PBB mengatakan 38 orang meninggal akibat tindakan aparat keamaman, hari paling berdarah.
Seorang karyawan supermarket mengaku dipecat karena meminta perusahaan meningkatkan prokes COVID-19. Mantan karyawan itu mengungkapkan kekecewaannya di Twitter.
Lima penjaga yang disandera setelah terjadinya kerusuhan baru di penjara Ekuador akhirnya dibebaskan. Kerusuhan akhirnya bisa dikendalikan tanpa memakan korban.