Kuota BBM subsidi tahun 2014 ditetapkan lebih tinggi dari tahun 2013 yakni hingga mencapai 51 juta kilo liter (KL), kuota tahun ini hanya 48 juta KL meskipun ada alat pengendali BBM subsidi.
PT Pertamina (Persero) akhirnya menunda pemasangan alat pengendali BBM bersubsidi atau Radio Frequency Identification (RFID) dikendaraan pribadi dan umum. Padahal sebelumnya Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) yakin bisa melaksakannnya mulai 1 Juli 2013.
PT Pertamina (Persero) menunda pemasangan alat pengendali BBM subsidi atau RFID (Radio Frequency Idenification) yang seharusnya mulai berlaku besok, 1 Juli 2013.
PT Pertamina (Persero) akhirnya menunda pemasangan alat pengendali BBM bersubsidi atau Radio Frequency Identification (RFID) dikendaraan pribadi dan umum.
Mantan Wapres Jusuf Kalla memandang positif kenaikan harga BBM. Menurut mantan Ketum Golkar ini, naiknya harga BBM merupakan salah satu bentuk prinsip gotong royong.